Memakai Sajadah Waktu Sholat

Ahlus Sajadah wal Jama'ah

Memakai Sajadah Waktu Sholat

Sajadah adalah kata serapan bahasa arab ke bahasa jawa, melayu dan menjadi bahasa Indonesia.

Sajadah atau dlm arabnya  سجادة yg berarti karpet/permadani. Tapi kemungkinan jg diambil dr kata سجد -يسجد yg berarti sujud, bersimpuh..karena lidahnya orang jawa gampang memasukkan fonem yg sesuai dg kulturnya, sajada menjadi sajadah, jumu'ah menjadi jemuah, bid'ah menjadi bidengah, jama'ah menjadi jamangah.

Karena sajadah  dlm artian sekarang sebagai tempat untuk sholat maka saya berijtihad kalau sajadah diambil dr kata سجد kalau yg baca ini protes silahkan buat artikel sendiri :p

Pada zaman ini sajadah menjadi komuditi produk yang banyak dicari umat islam. Saking majunya ekonomi islam, sehingga kalau kita lihat logo dibelakang akan ditulis "makde in cina"  luar biasa to. G hanya sajadah, baju koko, peci, seng jenenge pembersih congek saja makde in cino.

Fungsi sajadah yang sering dibawa jamaah ke masjid itupun bertujuan agar dlm sujudnya lebih nyaman khusyu', lebih terjaga dari debu dan bau apek karpet yang sebulan lebih g dicuci..

Tapi tahukah kawan, sajadah bukannya menjadikan khusyuk ketika shalat jama'ah tapi sajadah menjadikan pribadi individulisme.

Namanya jamaah itu berhimpun sehingga melekatkan ukhuwah islamiyah. Jadi benarlah apa yg disabdakan oleh kanjeng nabi muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam agar kita merapatkan shof..

أَقِيْمُوُا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّمَا تَصُفُّوْنَ بِصُفُوْفِ الْمَلاَئِكَةِ, وَحَاذُوْا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسَدُّوْا الْخَلَلَ وَلِيْنُوْا بِأَيْدِيْ إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوْا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ. وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan (lengan) saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya  (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)” (HR.Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i)

Tapi apa yg kita lihat dg tetangga pengguna sajadah yang lebarnya lebih dr 1 meter itu? Dia merasa enggan untuk menginjaknya Begitupun yg punya,merasa area sajadah ini adalah wilayahnya. Jadi kalau dilihat shof itu seperti jagung bogang..tidak merapat sebagaimana yg disunnahkan kanjeng nabi..

Saya tidak mengatakan semua pemakai sajadah seperti itu. Toh kalau mau sholat sendiri silahkan saja pakai sajadah puluhan meter atau dg bahan jutaan rupiah. Karena saya hanya melihat keadaan sajadah sebagai tempat yg sakral bagi sebagian orang. Dimana seharusnya sajadah sebagai wasilah untuk khusuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan sebagai bukti engkau rela berbagi tempat bersama saudaramu untuk berjamaah dgnya. Dan sajadah bukan sebagai jarak pemisah diantara kita..

 اسْتَوُوا وَلَا تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ

Luruskan dan janganlah shaf kalian bengkok sehingga berakibat hati kalian berselisih. (HR. Muslim)

Note: Saya mohon maaf untuk gambarnya ada gambar pak presiden SBY, nyari di google g ada ketemunya cuma ini :) maaf njih pak :)

Comments

Popular posts from this blog

Arti Dari Mumet

Cari Wanita yang Bisa di Poligami, Inilah orangnya !!

Apa Hukum Menjadi Tukang Parkir?