Ustadz Facebook yang Sombong

PANAH IBLIS UNTUK USTADZ FACEBOOK

Masih tataran awam mungkin menikmati postingan-postingan yang ada arabnya dari akun yang ada kunyah-kunyah...

Sama halnya saya yg dulu yg masih awam sebelum menjadi ustadz facebook seperti saat ini, menjadi korban pencitraaan beberapa ustadz senior facebook.

Walaupun begitu untuk menjadi ustad facebook yg handal butuh proses. Engak mungkinkan ketika hasil copasan yang mau di buat status enggak dibaca, kalau emang enggak dibaca kebangetan banget tuh.. :v

Dulu, walaupun saya awam, saya masih sempatkan berdiskusi lintas harokah..termasuk debat dengan anak-anak pondok aswaja, terutama masalah aqidah dan sifat Allah...

Kejadan lucu ketika berdebat dengan ustadz2 facebook aswaja yg lagi nyamar, tatkala saya membawakan dalil tentang sifat Allah..tapi ujung-ujungany diajak I'ROBan...

Atau waktu mereka getol menggelontorkan akidah Allah tidak bertempat dan tanpa arah.. saya cuma kasih kisi-kisi sebuah  ayat quran

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً

Hanya kata  أَنزَلَ  akhirnya diskusi berubah lagi menjadi ajang I'ROBan
mereka g mengartikan dengan "turun" (dari atas kebawah)

ya saya diem saja waktu itu... mereka pinter banget ilmu balaghahe.. :v

sebenarnya gampang mematikan hujjah mereka, cukup dengan scan alquran dan terjemahan depag...dah selesai, kalau protes suruh protes pemerintah saja :v

Kesimpulan debatnya, "Wahabi awam, g bisa bahasa arab saja belagak ulama", wahabi saraf, wes pokoke saya dikeroyok sampai ludes...

Ini facebook bang, jadi waktu itu percuma emosi nanggepin mereka..tetap "slowly but sure"

Diatas contoh ustad facebook dari kalangan aswaja, tapi akhirnya saya merasakan hal yang sama dengan ustadz facebook golongan ortodoks.. mirip, tapi kebangetan

Walau saat ini saya lihat dia masih exis dan menjadi panutan kalangan ahli facebook (karena dia cuma punya majelis facebook, g punya majelis nyata)..

Waktu itu di timeline sedang terjadi diskusi hangat (karena dia emang tipe tukang jidal), akhirnya saya ikut nimbrung dan memberikan beberapa masukan dan dalil..

Bukannya menerima, malah dia mencak-mencak kesana kemari... sambil nantang-nantangin ketemuan. Saya cuma bilang rumah saya dekat Monjali, Yogyakarta, kalau mau datang inbox saja, yakin deh dia g mau datang la wong orangnya tinggal di jakarta :v toh umpama jadian ketemuan nih ya mana mungkin ane berani ladenin kelahi, edan apa ya.. g malu dilihatin orang, jenggotan celana cingkrang.. kelahi di pinggir jalan..

Perang statuspun dimulai, saya cuma cuek saja kadang cuma nyengir atau komen "hehehe" karena ini tipe saya berdebat... tapi diluar dugaan dia menulis di status saya sebuah pertanyaan tentang ilmu nahwu, kalau g salah ingat bab fa'il..

Sebenarnya kalau sekedar jawab gampang sih kalau googling...tapi saya mikir nanti pasti mrembet kemana-mana... Saya yakin pertanyaan mau ngetest doank

Ohh diamku ternyata makin menyakitkannya, diapun mengumpatku dengan kata-kata pedas
"Jangan belagu kalau g bisa bahasa arab, enggak bisa basa arab saja belagak belagak ustadz"

Aduhai, lihatlah betapa mirip cara mendebatnya dengan para aswaja itu..fallacy...

Sehingga, aku teringat sebuah ayat kesombongan iblis yang merasa lebih baik dari adam

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Ini status terakhir perdebatanku dengannya...

Aduhai miris jika ada ustadz mengikuti jejak-jejak Iblis...

Sehingga fira'un pun meniru iblis, sebagaimana dia mengatakan kepada Musa 'alaihissalam

أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِّنْ هَذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌ

==============

Kesimpulan: silahkan cari sendiri,

***
Untuk tulisan ini saya tidak mengemis like dan share Anda

Karena ini cuma bahan intropeksi

Mohon maaf jika menyakitkan

Comments

Popular posts from this blog

Arti Dari Mumet

Cari Wanita yang Bisa di Poligami, Inilah orangnya !!

Apa Hukum Menjadi Tukang Parkir?