Cara Saya Mengajari Anak Belajar Al-Quran (Bagian - 2)

Mengajari Anak Menghafal Al-Quran

mengajari anak baca alquran

Masih ingat dengan postingan "Ada Apa dengan Nadia"?

Sebelumnya, Nadia adalah anak yang mempunyai daya hafal lemah. Dulu saya harus mati-matian mengajari huruf waw, fa', qof, dan dho'. Bayangkan 1 menit hafal, 1 menit lupa dan itu berlangsung sampai Iqra' 4.

Ngajarin membaca saja butuh kesabaran ekstra, apalagi harus menghafal surat
Alhamdulillah sekarang dia hampir Al-Quran dengan bacaan lumayan lancar. Dan sudah hafal sampai surat A-Bayyinah.

Karena basic dia dari keluarga abangan, dalam artian keluarganya jarang shalat, maka secara otomatis amaliyahnya mengikuti orang tua dan kakak2nya. Jadi dia tidak mau shalat..

Disinilah tantangan saya bagaimana agar anak ini mau shalat..

Hal pertama saya menjelaskan pentingnya shalat dan balasan-balasan apa saja yg akan didapat nanti akhirat kelak bagi orang yg mengamalkan dan yg meninggalkannya.. dan saya jelaskan hadis tentang shalat menjadi amalan pertama ketika di hisab.

Alhamdulillah saat ini dia sudah mulai shalat walau bolong-bolong. Dan setiap sebelum mengaji saya tanya sudah shalat belum...

Yang paling berkesan dengan Nadia ini ketika menghafal surat Al-Bayyinah pada ayat 6 dan 7. ketika itu bertepatan natal dan tahun baru..

Dengan metode talaqqi Nadia bisa menghafal walau memerlukan waktu lama untuk menyerapnya.
Setelah itu saya jelaskan arti perkata..

Dua ayat yang saling bertolak belakang antara dua golongan. Pada ayat 6 menjelaskan keadaan orang kafir di akhirat kelak dan pada ayat 7 menjelaskan keadaan orang mukmin.

(إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
(Al-Bayyinah : 6)

Disinilah saya akan mencoba meraih nalar seorang anak arti sebuah wala' dan baro' dan pentingnya Akidah. Dimana ayat ini menjelaskan kondisi orang-orang kafir nanti di akhirat dalam siksaan yg tiada berkesudahan.

Saya bertanya padanya, "Orang kafir pasti masuk neraka kan Nadia?!! lalu apakah nanti kita pingin mengikutinya sampai ke neraka? Mau ikut ke Neraka sama orang kafir?

Nadiapun menggelengkan kepalanya..

Tentu kita g maukan masuk neraka bersama mereka?

Maka jangan pernah mengikuti ajaran-ajaran maupun budayanya. Apalagi ikut merayakan hari besarnya..

Kita umat islam, sudah punya tata cara beribadah sendiri semacam shalat, puasa. Iya..

Lalu sayapun melanjutkan ayat

(إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk...

Bersambung..

Comments

Popular posts from this blog

Arti Dari Mumet

Cari Wanita yang Bisa di Poligami, Inilah orangnya !!

Apa Hukum Menjadi Tukang Parkir?